“Acara yang sangat strategis, yaitu paparan pendahuluan penyusunan rencana kontingensi gempa bumi Kabupaten Purworejo Tahun 2026. Atas nama Pemerintah Kabupaten Purworejo, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkomitmen mendukung penyusunan dokumen ini,” sebut Suranto.
Disebutkan Sekda, Kabupaten Purworejo secara geografis berada di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan gempa bumi yang cukup tinggi. Posisi di pesisir selatan Jawa yang berhadapan dengan zona subduksi Megathrust, serta adanya sesar-sesar aktif di sekitar, yang harus menjadi perhatian serius. Potensi gempa bumi dengan skala merusak dapat menimbulkan dampak berantai: kerusakan permukiman, fasilitas publik, korban jiwa hingga tsunami di wilayah pesisir Kecamatan Grabag, Ngombol dan Kecamatan Purwodadi.
“Pengalaman gempa bumi di DIY beberapa tahun lalu menjadi pembelajaran berharga oleh karena itu rencana kontingensi gempa bumi ini bukan sekadar dokumen pelengkap. Dokumen ini adalah komitmen Pemerintah Daerah untuk memastikan, pertama, kita memiliki skenario yang jelas dan terukur. Berapa wilayah terdampak, berapa perkiraan kerugian, dan apa yang harus kita lakukan. Kedua, kita memiliki kejelasan peran dan tanggung jawab. Tidak boleh lagi ada ego sektoral. Saat tanggap darurat, semua OPD, TNI-Polri, relawan dan masyarakat bergerak dalam satu komando yang terpadu. Ketiga, kita memastikan kesiapan sumber daya. Dari logistik, peralatan, tenaga medis, hingga lokasi pengungsian yang aman dan layak,” tegas Suranto.
Pada kesempatan paparan pendahuluan, Sekda menginstruksikan kepada seluruh Kepala OPD untuk membuka data seluas-luasnya dan memberikan masukan berdasarkan pengalaman di lapangan. “Sampaikan apa adanya kapasitas dan keterbatasan kita, agar rencana yang disusun ini realistis dan dapat dilaksanakan. Kepada tim penyusun, saya minta agar dokumen ini disusun dengan pendekatan partisipatif, dengan melibatkan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Rencana yang baik adalah rencana yang dipahami dan dimiliki oleh masyarakat. Semoga ikhtiar kita hari ini menjadi amal ibadah dan memberikan perlindungan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Purworejo,” tutup Suranto. (*/kj)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar