Minggu, 18 Oktober 2026

Merti Desa Sumbersari - Banyuurip : Wayangan Siang Malam hingga Kenduri Agung

Hery Dwidoyo: Ucapan Syukur Warga atas Hasil Panen 
 
Pagelaran wayang kulit di Punden Blabak Desa Sumbersari Kecamatan Banyuurip
PURWOREJO - Pemerintah Desa Sumbersari Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar kegiatan bersih desa/merti desa, Sabtu 17 Oktober 2026 siang. Merti desa menjadi ajang tahunan Pemdes Sumbersari, kegiatan dipusatkan di Punden Blabak yang berlokasi di Dusun Sentakan 1 Desa Sumbersari. Kepala Desa Sumbersari Hery Dwidoyo SIP MM menegaskan, merti desa digelar setelah musim tanam (MT) kedua atau musim panen kedua.  
 
"Bersih desa atau merti desa ini, sebagai bentuk ucapan syukuran kepada Tuhan Yang Maha Esa, apa yang sudah diperoleh oleh warga Desa Sumbersari, baik itu hasil pertanian, perdagangan dan sebagainya, kesemuanya disyukuri," ungkap Hery Dwidoyo diwawancarai awak media di lokasi merti desa. 
Asung bulu bekti dari setiap kepala keluarga di Desa Sumbersari
"Setiap merti desa, sebagai bentuk ucapan syukur, digelar wayang dari siang sampai malam. Termasuk merti desa tahun 2026 ini, untuk pagelaran siang dengan dalang Ki Suhud, sementara malam dengan dalang Ki Sunarpo Guno Prayitno dari Dudukulon Kecamatan Grabag," imbuh Hery Dwidoyo. Dikatakan Hery Dwidoyo, lakon wayang kulit setiap merti desa, pagelaran siang selalu dengan lakon Sri Mulih.  Pagelaran wayang bertempat di
aula punden, di mana aula Punden Blabak, direnovasi pada tahun 2006 di kala periode pertama kepemimpinan Hery Dwidoyo. 
"Sri itu padi, mulih itu pulang. Maksudnya, saat waktu panen, padi dibawa pulang ke rumah sebagai ucapan syukur, merupakan hasil dari masyarakat. Kalau malam harinya, lakonnya berdasarkan kesepakatan, kali ini lakonnya Semar Mbangun Kahyangan. Dimaksudkan, agar pembangunan Desa Sumbersari, bisa berjalan baik, dan hasil-hasil pembangunannya bermanfaat bagi masyarakat Sumbersari maupun sekitarnya," beber Hery Dwidowo.
Selain pagelaran wayang, setiap kepala keluarga (KK) juga membawa ancak yang berisi beragam menu makanan. Ancak dari masyarakat tersebut dikumpulkan, yang kemudian dilakukan Kenduri Agung. "Kenduri Agung pada pukul 14.00 WIB, pagelaran wayang berhenti sebentar. Dengan ancak yang dibawa,warga menyampaikan asung bulu bekti. Kenduri Agung dipimpin juru kunci Punden Blabak yaitu Pak Kodrat," ungkap Kades Sumbersari. 
Masih kata Kades Sumbersari, dengan kegiatan merti desa juga diharapkan generasi muda saat ini memahami budaya di desa dan ikut melestarikannya. "Nguri-uri budoyo, itu harapan kami kepada generasi saat ini. Seperti wayang kulit, agar tidak punah," tegas Hery Dwidoyo yang pada merti desa menunjukkan kepedulian dengan berbagi kepada anak-anak maupun para lansia.  (kj)
 
 
 


Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SPACE AVAILABLE

SPACE AVAILABLE

POPULER