Hery Dwidoyo: Ucapan Syukur Warga atas Hasil Panen
![]() |
| Pagelaran wayang kulit di Punden Blabak Desa Sumbersari Kecamatan Banyuurip |
"Bersih desa atau merti desa ini, sebagai bentuk ucapan syukuran kepada Tuhan Yang Maha Esa, apa yang sudah diperoleh oleh warga Desa Sumbersari, baik itu hasil pertanian, perdagangan dan sebagainya, kesemuanya disyukuri," ungkap Hery Dwidoyo diwawancarai awak media di lokasi merti desa.
![]() |
| Asung bulu bekti dari setiap kepala keluarga di Desa Sumbersari |
"Sri itu padi, mulih itu pulang. Maksudnya, saat waktu panen, padi dibawa pulang ke rumah sebagai ucapan syukur, merupakan hasil dari masyarakat. Kalau malam harinya, lakonnya berdasarkan kesepakatan, kali ini lakonnya Semar Mbangun Kahyangan. Dimaksudkan, agar pembangunan Desa Sumbersari, bisa berjalan baik, dan hasil-hasil pembangunannya bermanfaat bagi masyarakat Sumbersari maupun sekitarnya," beber Hery Dwidowo.
Selain pagelaran wayang, setiap kepala keluarga (KK) juga membawa ancak yang berisi beragam menu makanan. Ancak dari masyarakat tersebut dikumpulkan, yang kemudian dilakukan Kenduri Agung. "Kenduri Agung pada pukul 14.00 WIB, pagelaran wayang berhenti sebentar. Dengan ancak yang dibawa,warga menyampaikan asung bulu bekti. Kenduri Agung dipimpin juru kunci Punden Blabak yaitu Pak Kodrat," ungkap Kades Sumbersari.
Masih kata Kades Sumbersari, dengan kegiatan merti desa juga diharapkan generasi muda saat ini memahami budaya di desa dan ikut melestarikannya. "Nguri-uri budoyo, itu harapan kami kepada generasi saat ini. Seperti wayang kulit, agar tidak punah," tegas Hery Dwidoyo yang pada merti desa menunjukkan kepedulian dengan berbagi kepada anak-anak maupun para lansia. (kj)
Baca Juga :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar