![]() |
| KabarJateng (paling kanan) saat berbincang dengan Sutiyono SH MH dan rekannya |
Apa salah satu makna kehidupan yang sejauh ini dijalani Sutiyono? Umur hanya angka. "Iya, umur hanya sebatas angka. Saya bisa ngomong begini, karena saya benar-benar menjalaninya," kisah Sutiyono yang saat ini berusia 73 tahun.
"Setelah selesai tugas dari BUMN di Biofarma, saya mendapat kepercayaan sebagai konsultan di perusahaan asing. Itu perusahaan Korea. Menangani urusan impor, dan alhamdulillah, semua tugas dan urusan yang dipercayakan, beres dan lancar. Artinya, di usia lanjut atau senja, saya masih dipercaya perusahaan asing kala itu. Dan yang dilihat adalah kualitas, hasil kerja dan tentu pengalaman," kata Sutiyono melanjutkan kisahnya.
"Perjalanan hidup lainnya. Saya menjadi Kades. Kepala Desa Kemadulor, dan ini periode keduanya, selesai di 2027 nanti,".
"Saya bisa cerita usia hanyalah angka. Di usia lanjut saya, saya masih berkuliah, saat itu bahkan bersama istri saya (almarhumah) mengambil di jurusan Hukum di Yogyakarta. Dan belum lama ini, seluruh proses hingga resmi menjadi advokat sudah saya jalani. Kini resmi, beracara," jelas Sutiyono.
Dari filosofi kehidupan yang diceritakannya, Sutiyono mendorong kepada siapa saja, untuk terus aktif, bergerak, berkiprah dan berbuat sesuatu yang positif, termasuk menimba ilmu yang bisa memberi kemanfaatan di kehidupan. Bagi dia, menimba ilmu itu tak terbatas umur. Semua waktu kehidupan, bagi Sutiyono, adalah proses belajar, pembelajaran.
"Belajar dengan siapa saja, juga tak terbatas waktu. Baik di bangku kuliah atau kehidupan langsung. Kalau saya ingin santai, ya ada guru santainya. Ingin belajar sabar, ya ada guru atau panutan yang sudah teruji dalam kesabarannya. Untuk gaul, juga ada guru atau panutannya yang terbukti gaul atau banyak relasinya," ungkap Sutiyono yang bersama anaknya mengembangkan usaha di bidang pengadaan alat kesehatan (alkes).
Menjadi pesan Sutiyono pula, untuk maju dan bergerak, jangan sampai terputus atau terhenti, karena faktor usia, pun faktor/masalah dana. Dia mengaku, perjalanan hidupnya juga tak mulus hingga langsung mapan secara finansial. Namun berbekal tekad, perjuangan dan usaha yang tak kenal menyerah, sukses pun diraih. Pesan Sutiyono pula, untuk teruslah berbuat baik.
"Banyak hal kebaikan, kemudahan, keberuntungan saya alami dalam pekerjaan dan usaha. Bisa jadi pula dalam benak pemikiran saya, saya menerima berkah baiknya dari para pendahulu saya, yang dulunya juga menebar kebaikan. Maka, kita saat ini untuk terus berbuat baik, membantu siapa saja, jangan menyakiti yang lain," tegasnya. (tw)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar