“Polosoro adalah rumah besar bagi kepala desa dan perangkat desa. Rumah untuk berdiskusi, berbagi pengalaman dan juga rumah untuk menyampaikan aspirasi,” sebut Andhi Prasetiawan dalam sambutannya. “Paling penting pula, Polosoro adalah rumah untuk saling menguatkan dalam menjalankan amanah kepada masyarakat,” tegas Andhi yang juga Kepala Desa Trirejo Kecamatan Loano.
Tema yang diusung dalam kegiatan itu, yaitu Polosoro Joyo, Purworejo Guyub Rukun. Dikatakan, tema tersebut adalah semangat dan tekad bersama untuk menjadikan Polosoro semakin kuat, semakin solid, semakin bermanfaat serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Purworejo yang guyub, rukun, maju dan sejahtera.
Andhi mengakui, kondisi desa saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, di mana tegulasi terus berkembang, tuntutan masyarakat semakin tinggi dan transformasi digital terus berjalan. Belum lagi, persoalan ekonomi, kemiskinan, ketahanan pangan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat hingga peningkatan kesejahteraan, hal tersebut membutuhkan kepala desa dan perangkat desa yang semakin profesional dan adaptif.
“Kepala desa dan perangkat desa, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Harus saling belajar, saling berbagi, saling menguatkan,” harapnya.
Andhi juga menegaskan komitmen keluarga besar Polosoro Purworejo, selalu siap mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Purworejo, khususnya visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Purworejo. “Kami siap menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Purworejo BERSERI: Berdaya Saing, Sejahtera, Religius dan Inovatif,”.
“Kami juga siap mendukung dan menyukseskan Program Unggulan Pitulungan, yaitu: Pinter Bocahe, Religius Masyarakate, Sehat Penduduke, Sejahtera Wargane, Alus Dalane, Rame Pasare dan Ayem Petanine,” beber Andhi yang mengakui, keberhasilan program-program tersebut sangat berkaitan langsung dengan desa.
Masih kata Ketum Polosoro, Pinter Bocahe membutuhkan peran desa dalam mendukung pendidikan dan tumbuh kembang generasi muda. Religius Masyarakate membutuhkan kehidupan masyarakat desa yang guyub, toleran dan saling menghormati. Sehat Penduduke membutuhkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang semakin baik. Sejahtera Wargane membutuhkan desa yang mampu menggerakkan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Alus Dalane berkaitan erat dengan konektivitas dan infrastruktur yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi dan pelayanan masyarakat. Rame Pasare membutuhkan penguatan ekonomi lokal, UMKM, perdagangan, dan potensi desa. Dan program Ayem Petanine membutuhkan keberpihakan serta kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan pelaku sektor pertanian.
“Terkait program Bupati – Wakil Bupati, Polosoro siap mengambil bagian. Kami siap menggerakkan seluruh kepala desa dan perangkat desa untuk bersinergi, berkolaborasi dan mengambil peran sesuai kewenangan serta kemampuan desa masing-masing. Kami ingin memastikan berbagai program pemerintah tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sampai ke tingkat desa dan dusun,” urai dia. “Kami siap mendukung, bersinergi, berkolaborasi dan siap bersama-sama mengawal pembangunan Purworejo dari desa. Purworejo yang hebat harus dibangun dari desa-desa yang kuat,” tegasnya optimis.
Andhi juga menegaskan, Polosoro akan terus menjaga marwah organisasi. Polosoro harus menjadi organisasi yang terbuka, komunikatif, kritis, tetapi tetap santun dan konstruktif. Ketika ada kebijakan yang baik bagi desa, kita dukung. “Ketika ada program yang membutuhkan kolaborasi, kita kawal bersama. Ada persoalan yang menyangkut kepentingan desa, kita akan duduk bersama, berdiskusi dan mencari solusi terbaik. Perbedaan pendapat bukan alasan untuk terpecah. Boleh berbeda pendapat, tetapi jangan berbeda persaudaraan. Boleh berbeda pandangan, tetapi jangan kehilangan kebersamaan,” pesannya.
Andhi mengajak seluruh pengurus Polosoro masa bakti 2026 - 2030, untuk bekerja dengan hati, bergerak dengan kebersamaan dan menjaga kekompakan. “Mari kita buktikan bahwa Polosoro mampu memberikan manfaat nyata bagi desa dan masyarakat Kabupaten Purworejo,” seru Andhi juga meminta bimbingan, arahan, doa dan dukungan semua pihak. (*/kj)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar