Diharapkan Forpena Suarakan Keluhan Petani Sawit
 |
Pengurus Forpena bersama masyarakat di Masjid Atthawab Kelurahan Karya Merdeka
|
SAMBOJA BARAT - Dalam
suasana penuh kebersamaan dan semangat berbagi pada momentum Hari Raya
Idul Adha 1447 Hijriah, Forum Peduli Nusantara (Forpena) menyerahkan
hewan kurban berupa satu ekor sapi di Masjid Atthawab RT 4 Kelurahan Karya Merdeka Kecamatan Samboja Barat Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan berlangsung di Masjid Atthawab, Rabu 27 Mei 2026, dan dihadiri
pengurus Forpena dan pengurus Masjid Atthawab serta masyarakat sekitar.
Pelaksanaan pemotongan hewan kurban berjalan dengan lancar dan penuh
rasa kekeluargaan. Sejak pagi hari, para anggota Forum Peduli Nusantara
bersama warga tampak bergotong royong menyiapkan seluruh kebutuhan
kegiatan, mulai dari proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban
kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Pengurus Forpena, Hary Susanto, menyampaikan rasa syukur bisa membersamai
masyarakat RT 4 Kelurahan Karya Merdeka yang sedang berduka mengingat
jatuhnya harga sawit dalam
kegiatan pelaksanaan kurban. Untuk diketahui, warga RT 4 Karya Merdeka mayoritas adalah petani sawit.
Hary Susanto memberi semangat kepada warga yang sebagian besar berprofesi
sebagai petani kelapa sawit untuk tetap optimis bahwa harga sawit akan
normal kembali.
"Sebagaimana kita ketahui, rencana pemerintah untuk menerapkan kebijakan
ekspor sawit satu jalur di bawah Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI)
menimbulkan kekhawatiran petani. Dalam beberapa hari terakhir harga
tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah wilayah produksi mengalami
penurunan tajam. Semoga harga sawit bisa normal kembali," ujar Hary.
Pada kesempatan ini, Ketua LPM Kelurahan Karya Merdeka Mansyur Hs mengucapkan terima kasih atas bantuan hewan kurban yang diberikan.
Diharapkan, hal positif seperti ini bisa terus berlanjut dan berharap
Forpena bisa membantu menyuarakan keluhan warga khususnya petani kelapa
sawit yang sedang menjerit karena penurunan harga saat ini. (*/kk)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar