Empat warga yang berhasil dievakuasi masing-masing bernama Yudisthira D Mudina, Wahyudi, Marjuna Antore dan Nataniel Tandukalu. Mereka dievakuasi menggunakan satu unit perahu long boat dan tiba dengan selamat di Pelabuhan Iwot, Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Setibanya di lokasi, para pengungsi langsung menjalani pemeriksaan kesehatan serta pendataan oleh aparat terkait. Dengan tambahan empat korban selamat tersebut, total sebanyak 48 pendulang emas bersama lima pengemudi long boat telah berhasil dievakuasi dari kawasan tambang Kawe menuju Pelabuhan Iwot dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol M Wirya Arthadiguna, mengatakan pihaknya terus meningkatkan pengamanan dan patroli di wilayah rawan guna memastikan situasi tetap terkendali. “Personel Satgas Koops TNI Habema masih terus meningkatkan patroli keamanan di wilayah tersebut guna memastikan tidak adanya gangguan keamanan yang terjadi kembali,” ujarnya. Selain melakukan pengamanan, Koops TNI Habema juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan emas ilegal yang bertentangan dengan ketentuan pemerintah. Aktivitas tambang tanpa izin dinilai berpotensi memicu konflik sosial, gangguan keamanan, serta membahayakan keselamatan masyarakat. Sementara itu, aparat TNI masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang diduga bertanggung jawab atas aksi teror terhadap masyarakat sipil di wilayah Pegunungan Bintang. Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di Papua Pegunungan demi terciptanya kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera. (*/kg)
Rabu, 27 Mei 2026
Koops TNI Habema Evakuasi 4 Pendulang Emas dari Lokasi Tambang Kampung Kawe - Papua Pegunungan
PEGUNUNGAN BINTANG - Koops TNI Habema kembali berhasil mengevakuasi
empat orang pendulang emas dari lokasi tambang Kampung Kawe, Distrik
Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pasca aksi
penyerangan dan kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata TPNPB-OPM
Kodap XVI Yahukimo.
Evakuasi dilakukan pada Selasa (26/5/2026) di tengah situasi keamanan
yang masih mencekam usai insiden pembantaian terhadap warga sipil yang
menewaskan 11 orang.
Baca Juga :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SPACE AVAILABLE
POPULER
-
PURWOREJO - Bertempat di Gedung Perpustakaan Purworejo Jalan Margi Husada Kutoarjo, Selasa 30 Juni 2026, Komite Sastra Dewan Kesenian Purw...
-
TRC Purworejo ikut mendonorkan darah, Minggu 5 Juli 2026 PURWOREJO - Semangat kepedulian dan aksi kemanusiaan ditunjukkan Tim Reaksi Cepat (...
-
Mitra Seperjalanan : Kepergian Irjen Agus Suryonugroho Tinggalkan Luka Haru Komunitas Ojol NusantaraJAKARTA - Markas Besar Polri menjadi saksi perpisahan seorang Jenderal yang meninggalkan jejak humanis. Serah terima jabatan Kepala Korps La...
-
PURWOREJO – Polres Purworejo berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang menyasar kabel listrik penerangan jalan di wilayah K...
-
Agus Triyana SPd: Menjadi Sekolah yang Inklusif WONOSOBO - Pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) di SMKN 1 Sapuran Kabupaten Wono...
-
PURWOREJO - Paguyuban Kepala Desa se-Purworejo, Polosoro, bersama Polres Purworejo kembali menggelar Turnamen Bola Voli Kapolres Cup Purwor...
-
Dimulainya Kerja Sama Konservasi Candi Prambanan SLEMAN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) India...
-
Kabid Destinasi Pariwisata pada Dinporapar Purworejo Edi Nur Dwiyoko ST PURWOREJO - Kepala Bidang Destinasi Pariwisata pada Dinas Kepemudaan...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar