Penataan Kawasan Pasar Senen Desa Banyuurip : Dikemas ala Majapahit

Susilo selaku pelaku seni dan budaya bersama Kades Banyuurip Teguh Susanto

PURWOREJO - Beranjak dari inisiatif pelaku seni, budaya dan lingkungan di Desa Banyuurip Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo, saat ini tengah dilakukan penataan kawasan Pasar Senen, Desa Banyuurip. Hal ini dibenarkan Kepala Desa Banyuurip, Teguh Susanto SH, ditemui media ini di lokasi Pasar Senen, Senin 22 Juni 2026 sore. 

"Benar, inisiatif warga dalam hal ini pegiat seni budaya dan lingkungan, seperti Pak Susilo. Beliau juga warga Desa Banyuurip. Ada pula Mas Kus, Mas Kun dan kawan-kawan lainnya. Mereka peduli dengan Pasar Senen, yang memang sarat sejarah, bahkan dikenal hingga luar kabupaten dan cukup banyak yang datang ke Pasar Senen," sebut Teguh Susanto. 

"Terima kasih untuk kepedulian mereka semua. Kami dari Pemdes, mendukung kegiatan yang positif, menata kawasan Pasar Senen, yang juga menata lingkungan. Harapannya dapat menghidupkan kembali Pasar Senen Desa Banyuurip," imbuh Teguh Susanto. 

Sejauh ini penataan kawasan, terkait pendanaan juga mendapat dukungan dari H Heri Swastomo yang merupakan salah satu kontraktor di Jakarta. Heri Swastomo merupakan adik kandung dari Teguh Susanto. "Saat ini pula, kami bersama tim penyelamatan aset desa, juga sedang memperjuangkan penyelamatan Situs Beji. Itu juga sarat sejarah, akan kami jadikan aset desa. Anggaran yang dibutuhkan sekira Rp 60 juta, sudah kami berikan DP (uang muka) Rp 20 juta. Harapannya, Situs Beji tetap lestari, sejarahnya terus diingat generasi penerus mendatang. Juga menjadi alternatif wisata, mulai dari Situs Perigi," beber Teguh Susanto. 

Sementara itu Susilo yang juga ditemui media ini mengaku, bersama rekan-rekan lainnya melakukan penataan kawasan  Pasar Senen. "Sebagaimana namanya, hari pasarannya adalah Hari Senin. Akan kami hidupkan kembali. Konsepnya, selain ada Pasar Senen, juga nantinya ada kuliner tiap akhir pekan dan juga taman," terang Susilo. 

"Memang berkonsep tradisional. Kami buat ala Majapahit. Sesuai sejarahnya, Pasar Senen dibangun abad 15 M, zaman Brawijaya II. Sesuai sejarahnya, Pangeran Joyokusumo dan Putri Galuhwati, yang membuka kawasan. Pasar Senen dibangun oleh Putri Galuhwati. Ada beberapa peninggalan yang menggambar era Majapahit. Termasuk tanaman Pohon Beringin di Pasar Senen," jelas Susilo. 

Dikatakan pula, pihaknya juga akan menyiapkan spot-spot untuk foto selfie dengan nuansa Majapahit. Termasuk disiapkan lampu sebanyak 23 lampu, dengan menggunakan bambu yang memberi kesan tradisional Jawa. "Terima kasih dukungan dari Pak Kades (Teguh Susanto). Bersama pegiat seni lainnya seperti Mas Heri (Heri Konte) kami tata kawasan ini, bisa menjadi alternatif untuk kunjungan wisata," tegas Susilo. (kj)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Malam Syukuran HUT ke-80 RI Gelaran Pemkot Balikpapan

Purworejo Tuan Rumah Kejurwil Atletik 2025 se-Kedu

Prestasi Membanggakan Diraih Siswi SDN Dukuhdungus Kecamatan Grabag-Purworejo