Kamis, 13 Agustus 2026

Rembuk Tani Karya Merdeka : Dorong Petani Semakin Maju dan Berdaya Saing

Dihadiri Camat Samboja Barat, akan Dilakukan Rutin  


Kegiatan rembuk tani Kelurahan Karya Merdeka Kecamatan Samboja Barat
SAMBOJA BARAT - Semangat untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas dan kesejahteraan petani terlihat dalam kegiatan Rembuk Tani Kelurahan Karya Merdeka Kecamatan Samboja Barat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang dilaksanakan di kawasan perkebunan Kelurahan Karya Merdeka, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, edukasi, diskusi dan bertukar pengalaman antara petani dengan pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi, dunia usaha serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan sektor pertanian.  
Rembuk Tani dihadiri Camat Samboja Barat Burhanuddin SAg MSi, Lurah Karya Merdeka, LPM Karya Merdeka, Ketua FORPENA, Ketua KAPALAS, Ketua APMN (Asosiasi Pengusaha Muda Nusantara), Ketua KAGAMA Kaltim, Yayasan Jejak Pulang, Babinsa Karya Merdeka, Ketua Gapoktan Karya Merdeka, para Ketua RT, Linmas, kelompok ibu tani, serta kelompok Toga Kelurahan Karya Merdeka. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun sektor pertanian sekaligus memperkuat posisi petani sebagai salah satu pilar perekonomian masyarakat. 
Mendorong Rembuk Tani Menjadi Agenda Rutin 
 
Ketua Penyelenggara Rembuk Tani, Mansyur HS, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kami berharap Rembuk Tani ini dapat dilaksanakan secara rutin ke depannya. Sebagian besar masyarakat Karya Merdeka menggantungkan kehidupannya dari sektor pertanian. Sekira 80 persen masyarakat berprofesi sebagai petani. Karena itu, edukasi, pendampingan, pertukaran informasi dan peningkatan kapasitas petani sangat penting agar para petani semakin maju dan mampu meningkatkan hasil produksinya,” ujar Mansyur HS. Menurutnya, Rembuk Tani juga menjadi wadah untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan serta mencari solusi bersama dengan melibatkan pemerintah, kelompok tani, organisasi, dunia usaha dan para pemangku kepentingan lainnya. 
 
Camat: Petani Karya Merdeka Harus Maju Pesat 
 
Camat Samboja Barat Burhanuddin SAg MSi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Rembuk Tani. Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan sektor pertanian di Karya Merdeka. “Semoga petani Karya Merdeka maju melesat pesat,” ungkap Burhanuddin.  
Ia berharap para petani terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan produktivitas, sekaligus mampu memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia sehingga sektor pertanian dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat di Samboja Barat. 
 
PT Bayer Berikan Edukasi dan Ruang Diskusi bagi Petani 
 
Dalam kegiatan tersebut, PT Bayer turut menghadirkan narasumber untuk memberikan edukasi serta menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh para petani Karya Merdeka. Sesi diskusi berlangsung menarik dan interaktif. Para petani terlihat aktif menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kegiatan pertanian sehari-hari. Agus Suselo, perwakilan Bayer Kaltim, mengapresiasi antusiasme para petani dalam mengikuti sesi diskusi.  
“Dalam pertemuan Rembuk Tani ini PT Bayer menghadirkan narasumber untuk memberikan edukasi dan menjawab pertanyaan para petani Karya Merdeka. Alhamdulillah, sesi diskusi berjalan menarik. Para petani sangat aktif bertanya dan menyampaikan pengalamannya,” ujar Agus Suselo. Menurutnya, forum seperti Rembuk Tani sangat penting karena menjadi ruang komunikasi langsung antara petani dan pihak yang memiliki pengetahuan serta pengalaman di bidang pertanian.  
 
FORPENA Siap Dukung Peningkatan Kapasitas Petani   
 
Sementara itu, Bendahara Forum Peduli Nusantara  (FORPENA) Hary Susanto mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani di Samboja Barat. “Kami dari Forum Peduli Nusantara Samboja (FORPENA) akan terus memfasilitasi kegiatan seperti ini agar kapasitas petani di Samboja Barat semakin meningkat. Kami berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang bertukar informasi, pengalaman, dan gagasan bagi para petani,” ujar Hary Susanto.   
Rembuk Tani Karya Merdeka menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan, kelompok tani, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan serta program yang memberikan manfaat langsung bagi petani, meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Karya Merdeka. Rembuk Tani bukan sekadar tempat berdiskusi, tetapi menjadi langkah bersama untuk membangun pertanian Karya Merdeka yang lebih maju, mandiri, produktif dan berdaya saing. (hs)



Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SPACE AVAILABLE

SPACE AVAILABLE

POPULER