![]() |
| Proyek irigasi di Desa Nambangan Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo |
PURWOREJO - Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum. Melalui program ini, untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Program ini, salah satunya dilakukan di Desa Nambangan Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo, Jateng. Ditemui awak media pada Rabu 12 Agustus 2026, Kepala Desa Nambangan Pamuji, menerangkan jika waktu dalam pelaksanaan program tersebut hanya 45 hari.
"Itu bagi desa bisa menjadi kendala, karena medannya sulit. Di sini pekerja menggunakan sistem langsir, karena lokasi proyek jauh dari lokasi tumpukan material," jelas Pamuji. "Ditarget 12 - 24 Agustus harus selesai. Konsekuensinya, pelaksana harus menambah sarana dan tenaga termasuk papan bekisting.
Ini program swakelola, tenaga dari kalangan warga Desa Nambangan kurang, maka harus mencari tenaga dari luar untuk kejar target," imbuh Pamuji.
Lanjut Pamuji, Rabu 12 Agustus 2026 malam, dimulai pekerjaan lembur. "Kalau lembur biaya operasional pasti bertambah, termasuk akomodasi.
Proyek ini mulai 29 Juni 2026. 26 Juni lalu, warga sudah mulai cicil penggalian. 29 Juni mulai material masuk.
Ini sifatnya swakelola. Waktu tidak masalah. Cuma harusnya dikasih tahu sejak awal, biar bisa menyesuaika," beber Pamuji.
Dikatakan, anggaran dalam proyek ini, langsung dari Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp 195 juta. "Ditransfer ke perkumpulan petani desa setempat. Anggaran itu untuk membuat saluran irigasi sepanjang 481 meter, volume lantai tebal 15 cm, dinding 20 cm dengan tinggi 50 cm," jelasnya.
Diakui, program ini sangat bermanfaat bagi petani. Saat kemarau diharapkan bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan palawija, sedangkan saat hujan bisa jadi pembuangan dari sawah yang kelebihan air.
"Jelas, petani sangat senang. Di Nambangan ada 209 hektare sawah. Proyek Ini kali pertama. Harapan ke depan, program serupa bisa kembali dilaksanakan. Irigasi masih menjadi prioritas di Desa Nambangan. Mengingat DD terbatas hanya Rp 290 juta.
Pada 2026 semua DD untuk pemberdayaan dan pembinaan, infrastruktur ada, tapi sangat kecil,". "Dengan jumlah warga mayoritas petani dan buruh tani. Sawah sebagai satu penghasilan utama bagi warga Nambangan. Itu ibarat perusahaan. Maka satu-satunya harapan warga adalah irigasi lancar biar panen rutin. Infrastruktur pertanian bagi kami adalah kebutuhan mendasar," kata Pamuji kembali.
Senada, Ketua P3TGAI Desa Nambangan Eko Wardoyo, mengakui jika kendala utama adalah medan pekerjaan. "Perlu langsir material. Lokasi proyek berjarak 500 meter dari tumpukan material. Selain itu kanan kiri sudah ada tanaman produktif," urai Eko. "Di Nambangan kebutuhan irigasi masih sekitra 3 km yang belum tersentuh, 19 titik JUT tersebut yang belum terbangun. Ada juga JUT sudah terbangun tapi irigasi belum ada," tutup Eko. (*kj)
Baca Juga :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar