Operasi Terpusat Ketupat Candi 2026 Polres Purworejo
Kehadiran mereka menegaskan bahwa sinergi lintas sektoral menjadi kunci utama suksesnya pengamanan mudik tahun ini. Operasi yang berlangsung selama 13 hari (13 - 25 Maret 2026) ini melibatkan 456 personel kepolisian yang didukung penuh oleh instansi terkait. Untuk memastikan mobilitas warga berjalan lancar, petugas akan disiagakan di 9 titik strategis, mulai dari Pos Pengamanan (Pospam) Ketawang, Nampu, Pasar Krendetan, Plaza, Maron hingga Pos Terpadu Kutoarjo dan Pos Pelayanan di Terminal serta Stasiun.
Inovasi "Projo" yang Memanjakan Masyarakat T
Tak hanya Polda Jateng yang berbeda pada Operasi Ketupat tahun ini. Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, mengungkapkan bahwa pihaknya meluncurkan sederet inovasi unik demi memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlayani dengan maksimal. Ada beberapa inovasi yang kami siapkan di titik-titik pengamanan,” ungkap Kapolres. Beberapa layanan unggulan tersebut di antaranya adalah Projo-Bengkel Mobile untuk kendala teknis kendaraan, Projo-BBM Delivery bagi pemudik yang kehabisan bahan bakar di tengah jalan hingga Projo-Medis yang menyediakan cek kesehatan gratis.
Bahkan, bagi pemudik yang ingin beristirahat, tersedia fasilitas mewah seperti kursi pijat otomatis, ruangan ber-AC, kopi dan mie instan gratis melalui layanan Projo-Kopimie. Tak hanya itu, Polres Purworejo juga membuka Garasi Projo guna menitipkan Mobil dan Motor Gratis bagi warga yang hendak mudik namun khawatir meninggalkan kendaraannya di rumah. Dalam sambutannya, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menekankan bahwa operasi ini adalah operasi kemanusiaan. Bupati berpesan agar seluruh petugas mengedepankan tanggung jawab dan empati dalam bertugas. "Mari kita berikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Pastikan setiap warga bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat," tutur Bupati.
Sebagai komitmen menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat, usai apel
digelar, jajaran Forkopimda langsung melaksanakan pemusnahan barang
bukti minuman keras (miras). Sebanyak 4.416 botol berbagai jenis, mulai
dari ciu hingga wisky, dimusnahkan.
Ribuan botol miras tersebut merupakan hasil sitaan Operasi Pekat 2026
yang dilakukan secara intensif Polres Purworejo sebelum memasuki
bulan Ramadan. Langkah tegas ini diambil untuk meminimalisir potensi
gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama masa lebaran.
Dengan kesiapan personel dan inovasi layanan yang tersedia, Kabupaten
Purworejo siap menyambut para pemudik dengan semangat "Mudik Aman,
Keluarga Bahagia". (*/kj)


Komentar
Posting Komentar