Laskar Langit Bagi 200 Paket Takjil di Perempatan Toko Hidayat

Hardiman: Kami Juga Cermati dan Investigasi Isu-isu Korupsi

Aksi sosial dilakukan Laskar Langit dengan membagi-bagikan takjil
PURWOREJO, KABARJATENG - Organisasi Kemasyarakatan terbesar di Kabupaten Purworejo, Laskar Langit, melaksanakan kegiatan sosial di bulan Ramadan 1447 Hijirah. Aksi sosialnya, berbagi takjil di simpang empat Toko Hidayat, Kabupaten Purworejo, Sabtu 7 Maret 2026 sore. Kendati pada Sabtu itu diwarnai hujan deras, tak menyurutkan semangat juang para anggota Laskar Langit untuk berbagi kepada sesama, menyediakan menu takjil buka puasa. 

"Sore ini, kami membagikan 200 paket takjil bagi para pengguna jalan yang sedang melintas di perempatan Toko Hidayat, Purworejo. Juga penyaluran sedekah uang Rp 50.000 kepada pengurus. Sebanyak 60 orang pengurus Laskar Langit dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Purworejo, ikut serta dalam kegiatan sosial ini," ungkap Ketua Laskar Langit Hardiman kepada awak media.

"Meski hujan, tidak jadi masalah. Yang penting semangat berbagi teman-teman semua tetap menyala," tegas Hardiman yang menunjukkan loyalitas tinggi kepada Gus Maskur selaku Pembina Laskar Langit.

Setelah bagi-baji takjil, kegiatan dilanjutkan buka puasa bersama dan diskusi santai bersama di Gubuk Laskar Langit yang dikenal dengan nama Gubuk'e Wong Sugih di Desa Sumbersari Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. "Laskar Langit berdiri sejak 2010 lalu. Hingga kini, sudah memiliki 1.500 lebih anggota, tersebar di Kabupaten Purworejo, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Temanggung dan Kulonprogo. Anggota kami ini lintas agama, tidak hanya yang beragama Islam saja. Kegiatan sosial yang sering dan rutin kami lakukan adalah bakti sosial dan sedekah kepada anak yatim setiap Jumat," jelas Hardiman. 

Lokasi bagi-bagi takjil di perempatan lampu merahToko Hidayat Kabupaten Purworejo
Lanjut dia, Laskar Langit menaruh perhatian pada isu korupsi, lingkungan dan sosial kemasyarakatan. Topik tersebut juga menjadi diskusi secara santai setelah buka puasa bersama.  “Benar, kami juga peduli soal isu-isu itu. Saat ini, kami mulai cermati dan melakukan investigasi menyeluruh terkait isu-isu korupsi di Kabupaten Purworejo sejak awal 2024 sampai 2026 ini. Ada dugaan-dugaan pengaturan proyek mulai dari lelang/tender maupun penunjukan langsung (PL), E-katalog serta dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo. Jika diperlukan, kami segera akan bekerja sama dengan ICW, MAKI dan pihak lainnya," tutup Hardiman. (*/kj)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Malam Syukuran HUT ke-80 RI Gelaran Pemkot Balikpapan

Purworejo Tuan Rumah Kejurwil Atletik 2025 se-Kedu

Prestasi Membanggakan Diraih Siswi SDN Dukuhdungus Kecamatan Grabag-Purworejo