Baca Juga :
Selasa, 10 Maret 2026
"Dia Bilang di Medsos, 'Tidak Ikhlas Gajinya Dipotong Baznas'"
KUTIM- CARAKAINDONESIA. COM, Ketua Baznas Kutim, KH. Masnip Sofwan memohon kepada pemilik media sosial (medsos) agarmenghabus konten yang menyatakan keberatan gajinya dipotong Baznas demi zakat
"Dia bilang di medsos, 'tidak ikhlas gajinya dipotong baznas,'" ungkap Masnip dalam sambutan acara Kutim berzakat di ruangan Meranti, Kantor Bupati Bukit Pelangi, Selasa (10/3/2026).
Konten medsos itu dinilai Masnip, bisa membawa orang bersangkutan menjadi tambah dosa. Pemotongan gaji ASN di lingkuo Pemkab Kutim, Provinsi Kalimantan Timur memiliki landasan hukum, baik berupa peraturan bupati, peraturan pemerintah maupun undang-undand. "Baznas lembaga resmi," ucap Masnip.
Menurut Masnip, potensi zakat, infaq dan sedekah (ZIS) di Kutin lebih Rp. 920 miliar, dan yang berhasil dihimpun sekira Rp. 21 miliar lebih, 2025. Dari ZIS yang dikelola Baznas Kutim sudah menyalurkan bantuan kepada mustahil 28.161 orang dengan nilai bervariasi pada program Kutim sehat, Kutim cerdas, Kutim sejahtera dan Kutim takwa.
Selanjut Bupati Ardianstah Sulaiman menegaskan, zakat itu bukan dianjurkan tapi diambil. "Memang Kutim kena turbulensi anggaran. Yang tadi Sembilan triliun rupiah, kini tinggal Lina triliun rupiah. Otomatis ada pemotongan TTP atau tunjangan perbaikannya penghasilan. " Karna kondisi keuangan daerah begitu maka kata ikhlas untuk nerelakan pemotongan. Ikhlas dan syukuri apa yang masih Terima,"harapnya usai mengurai firman Tuhan berkaitan dengan zakat
Memang beberapa orang musakki tidak setuju adanya akai pemotongan gaji oleh Baznas. Alasannya beragam. Di antaranya, TTP sudah berkurang, dipotong lagi Baznas. Tambah sedikit untuk belanja keperluan keluarga "Kalau penghasilan kecil, terus tanggungan banyak, gimana ngaturnya, " gerutunya.
Sementara barang kebutuhan sehari-hari harganya makin naik.
Di sisi lain, ada ASN keberatan pemotongan TTP karena selama Baznas terbentuk di Kutin kuat dugaan terafiliasi oknum politisi tertentu. Bisa saja uang ZIS tersebut dibelanjakan untuk suksesi kandidat tertentu yang berkaitan pesta 5 tahunan. "Nyelam sambil minum".ujarnya sambil berkata, "Tidak perlu tulis namaku".
Untuk itu, lanjut dia, agar tidak timbul prasanfka buruk terhadap pengurus Baznas " main mata" maka sebaiknya transparansi pengelolaan ZIS diterapkan. Juga pengawasan dari lembaga berwenang seperti DPRD, Kemenag atau lembaga independen perlu di tungkatnya.
Audit pengelolaan ZIS di Baznas Kutim layak segera dilakukan.
Penulis/Editor : Bahar Sikki
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SPACE AVAILABLE
POPULER
-
Bakal calon Kepala Desa Condongsari Agus Sasongko alias Agus Tato PURWOREJO - Bakal calon Kepala Desa Condongsari Kecamatan Banyuurip Kabupa...
-
Salah satu pengembang di Kabupaten Purworejo Agung Setiawan (foto koim/kj) PURWOREJO - Salah satu pengembang di Kabupaten Purworejo, Agung S...
-
Neira Anjar Pujisusilo PURWOREJO - Masyarakat Kabupaten Purworejo akan mendapat hiburan gratis, dalam event bertajuk Karnaval SCTV, Sabtu d...
-
PURWOREJO - Menjadi salah satu program Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Entrepreneurship for The Forture. Pada Senin 26 Oktober 202...
-
CILACAP - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyerap aspirasi nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu serta menin...
-
Sumaria Daeng Toba BALIKPAPAN - Ketua Umum Sahabat Gibran Indonesia (SGI), Sumaria Daeng Toba, menegaskan jika organisasi yang dipimpinnya s...
-
PURWOREJO – Forum Mahasiswa Kampus Purworejo (Formakap) menggelar Dialog Kepemudaan bertema “Merawat Spirit Perjuangan Mahasiswa dalam Momen...
-
PURWOREJO - Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, bersama Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, menghadiri Rapat Paripurna Per...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar