Audiensi dengan Gubernur DIY, Bulog Laporkan Capaian Pengadaan dan Penguatan Ketahanan Pangan
Dalam audiensi tersebut, Pemimpin Perum Bulog Kanwil Yogyakarta melaporkan sejumlah penugasan strategis pemerintah yang saat ini dilaksanakan, antara lain pengadaan gabah dan beras, penyaluran Bantuan Pangan, penyaluran beras SPHP, serta distribusi Minyakita. Dedi Aprilyadi menyampaikan bahwa kondisi stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi sangat kuat, di mana stok beras yang dikuasai Perum Bulog secara nasional telah mencapai sekitar 5,2 juta ton.
“Stok nasional saat ini berada pada level yang sangat aman. Hal ini merupakan hasil dari penyerapan gabah petani yang dilakukan secara masif di berbagai wilayah, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya. Dari sisi pengadaan, target pengadaan gabah dan beras untuk wilayah kerja Perum BULOG Kanwil Yogyakarta ditargetkan sebesar 196 ribu ton setara beras pada tahun 2026. Hingga Kamis (7/5/2026), realisasi pengadaan di wilayah Yogyakarta telah mencapai sekitar 149 ribu ton setara beras atau sekitar 76 persen dari target.
“Capaian ini menunjukkan komitmen seluruh jajaran BULOG dalam melaksanakan penugasan pemerintah untuk mendukung swasembada pangan nasional. Kami akan terus mengoptimalkan penyerapan selama masa panen masih berlangsung,” tambah Dedi. Selain pengadaan, Bulog Kanwil Yogyakarta juga melaporkan pelaksanaan Penyaluran Bantuan Pangan alokasi Februari - Maret 2026 yang telah dilaksanakan kepada sekitar 2,1 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) di wilayah kerja Kanwil Yogyakarta.
Sementara itu, penyaluran beras SPHP dan Minyakita juga berjalan dengan baik melalui kolaborasi bersama dinas terkait guna mendukung stabilitas harga pangan di wilayah DIY. Dedi pun menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah DIY beserta pemerintah kabupaten/kota yang selama ini telah bersinergi dengan Bulog. Ia juga menyampaikan bahwa tingginya capaian penyerapan membuat kapasitas penyimpanan Bulog semakin optimal, sehingga diperlukan dukungan terhadap penguatan sarana penyimpanan. Menurut Dedi, dalam pertemuan tersebut Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan apresiasi atas kinerja Bulog yang dinilai telah bekerja maksimal dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah DIY.
Dedi menyebut,
Sri Sultan menilai bahwa Bulog memiliki peran penting dalam menjaga
stabilitas pangan dan pengendalian inflasi di DIY. Untuk itu, sinergi
yang telah berjalan baik ini perlu terus dipertahankan agar kebutuhan
masyarakat tetap terjaga.
Melalui audiensi ini, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta menegaskan
komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah
dalam mendukung ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga, serta
memastikan pelaksanaan penugasan pemerintah berjalan optimal di wilayah
DIY. (*/kg)

Komentar
Posting Komentar