Uniknya Pernikahan Putri Kyai Merah dengan Mahar Truk Tempur

Dihadiri Tokoh-tokoh Nasional dan Ulama 

Kyai Merah bersama kedua mempelai yang berbahagia
PURWOREJO, KABARJATEN G – Ada yang berbeda terlihat pada Minggu 25 Januari 2025 di Dusun Krajan Kelurahan Kedungsari Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. Ada apa? Banyak tamu undangan dari berbagai daerah di Nusantrara, menghadiri pengajian akbar dan resepsi pernikahan putri dari Kyai Muhammad Eddy Suryanto yang akrab disapa Kyai Merah. 

Ada yang begitu menarik perhatian bagi semua, yakni mahar pernikahan putri Kyai Merah, berupa sebuah truk tempur jenis Hino. Kedua mempelai yang berbahagia yaitu Muhammad Nadhif dan Maratus Sofiah.  Muhammad Nadhif merupakan putra dari Abdul Latif dan Asiyah, sementara Maratus Sofiah adalah putri Kyai Merah dan almarhumah Dwi Siwi Yulianti.

Menurut  Kyai Merah, perihal mahar truk tempur, ada makna di baliknya yang mendalam.  “Bukan ke arah nilai mobilnya, tapi bangga karena anak  hafal Al-Qur’an 30 juz dan kitab Alfiyah. Dan juga menantu juga hafal Al-Qur’an. Mahar ini biar unik, dan bukti rasa cinta serta kesungguhan dari menantu untuk putri saya,” ujar Kyai Merah. 

Dikatakan, mahal truk tempur memiliki nilai historis tersendiri, sebagai simbol perjuangan, keteguhan serta kesiapan menapaki kehidupan rumah tangga ke depannya. Permintaan mahar yang unik itu, disanggupi menantu dengan kesungguhan dan keikhlasan. 

Untuk diketahui, pengajian akbar di kediaman Kyai Merah, dihadiri tokoh-tokoh nasional maupun ulama, seperti KH Agus Sahnun Thoifur selaku pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid Kedungsari. Termasuk hadir Penasehat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Brigjen Pol (purn) Drs Erwin Chahara Rusmana MHum.  Di mana Penasehat Khusus Presiden itu memberikan pesan, para santri dan ulama turut mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan Kyai Merah sendiri kepada putra putrinya, agar selalu berpegang pada ilmu dan nilai yang diperoleh selama mondok. “Tetap di rel yang sudah didapat dari para guru, kyai, habaib dan ulama. Jangan lelah berjuang, terus amar ma’ruf nahi mungkar,” kata Kyai Merah.

Sedangkan ibu mempelai wanita, Umi Suci, yang juga owner DIAKU Production mengharapkan, agar rumah tangga kedua mempelai menjadi keluarga yang penuh keberkahan. Umi Suci juga menegaskan,  seluruh rangkaian acara, dari catering, media hingga live streaming, dikelola manajemen DIAKU Production di bawah naungan usaha sosial dan dakwah Pondok Pesantren Nurul Qodiri. (*/koim)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Malam Syukuran HUT ke-80 RI Gelaran Pemkot Balikpapan

Purworejo Tuan Rumah Kejurwil Atletik 2025 se-Kedu

Prestasi Membanggakan Diraih Siswi SDN Dukuhdungus Kecamatan Grabag-Purworejo